Ciri-ciri Orang Pentingkan Diri Sendiri Bahagian 1

by - 8:28 AM

Pernah tak kita rasa macam semua orang sekeliling kita salah dan asyik nak salahkan kita dan akhirnya memang betul kita salah tapi kita terlalu ego nak kata kita salah.

Kita rasa semua dunia menghukum kita tiada siapa yang faham kita dan orang sekeliling kita yang buat kita jadi macam tu. Itulah tanda-tanda kita pentingkan diri sendiri. Apa kena mengena orang dengan diri kita. Yang buat keputusan untuk diri kita adalah diri kita sendiri kenapa nak libatkan apa pendapat orang dan kata-kata orang?

Itu bukan alasan untuk kita kekal Malas? Atau memang kita sengaja jadikan benda tu alasa untuk kita kekal Malas? 

Kalau pendapat orang yang baik-baik kita terima pakai jelah kalau pendapat tak baik dan bertentangan dengan agama kita haruslah kita tolak dan tepis bukan dengan memberontak macam tu.

Kadang-kadang tak paham apa orang macam ni fikir? 

Dah senang nak jadi lagi senang. Memang sangat pentingkan diri. 

Takpe dunia ni ada kafarah ye kalau kita berbuat baik kita akan dapat lagi baik tapi kalau kita berbuat tak baik balasan nya akan kita dapat juga kelak.

Di bawah ni tanda-tanda anda pentingkan diri sumber dari Wikihow



1. Perhatikan berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk memikirkan perasaan orang lain. 

Salah satu ciri klasik orang yang mementingkan diri sendiri adalah tidak mampu menempatkan diri pada posisi orang lain. Jika anda jarang menghabiskan waktu bersama teman-teman, rakan sekerja, atau anggota keluarga, tanpa memikirkan perasaan mereka dan apakah tindakan anda mempengaruhi orang tersebut, atau bagaimana perasaan anda jika rasa marah atau situasi sulit yang dihadapi orang itu terjadi pada anda, maka anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri. Ingin selalu merasa bahagia dan nyaman adalah hal yang wajar, namun jika anda hampir tidak pernah memikirkan orang lain, bererti anda sedang bermasalah.

* Apakah anda pernah menghabiskan malam bersama seorang teman tanpa sekali pun mempedulikan perasaannya? Ini bukan pertanda baik.

* Apakah anda sering menyerang orang lain dan sangat bingung dan terkejut ketika orang lain menegur tindakan anda? 

* Jika anda sering membuat orang lain jengkel dan tidak menyedari perasaan orang lain akibat tindakan anda, maka anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri.

*Apakah anda bingung dengan istilah “Cuba tempatkan dirimu pada tempat orang lain” atau sulit membayangkan bagaimana rasanya menjadi guru matematik anda, adik perempuan anda, nenek anda, atau jiran tetangga anda? Tak perlu membayangkan seluruh kehidupan orang lain, namun jika anda merasa sulit memikirkan perasaan mereka, maka anda mungkin mengalami masalah. 

2. Perhatikan saat anda bersama dengan seseorang yang sedang kecewa dan anda tidak menyedarinya. 


Pernahkan anda menghabiskan waktu selama setengah jam dengan seseorang yang sedang bersedih dan tidak memperhatikannya karena anda terlalu sibuk membicarakan cerita terakhir anda? Pernahkan seseorang yang dekat dengan anda menjadi sangat marah kerana ulah anda dan anda tidak menyedari perbuatan itu sampai orang lain menunjukkannya? Pernahkah saudara perempuan anda menangis di depan anda sementara A=anda malah memperhatikan kuku-kuku tangan dan tidak mengerti mengapa ia menangis? Jika ini masalahnya, maka Anda mungkin terlalu sibuk memperhatikan perasaan sendiri sehingga tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan orang lain di sekitar Anda

* Anda sukar membezakan teman yang benar-benar bahagia dan teman yang berkata baik-baik saja padahal di dalam hatinya menangis? Meskipun ada orang-orang yang pandai menyembunyikan emosinya, namun jika anda benar-benar tidak memiliki perasaan terhadap perasan orang lain kerana anda terlalu sibuk memikirkan diri sendiri, maka anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri.

* Pernahkan anda sedar kalau anda terus-menerus bercerita tentang diri sendiri sementara teman anda sangat jengkel atau terganggu mendengarnya. Jika ini masalahnya, maka ini mungkin terjadi karena Anda benar-benar tidak memperhatikan orang lain.

3. Perhatikan apakah Anda melakukan interaksi sosial sambil bertanya-tanya seperti apa perilaku Anda. 



Orang-orang yang mementingkan diri sendiri cenderung melakukan interaksi sosial dan ingin tampil menarik, mempesona, manis, atau kadang-kadang berbeda. Mereka jarang ingin mengenal orang yang sedang diajak bicara, bertanya dengan sungguh-sungguh, atau bahkan hanya tahu sedikit informasi tentang orang yang baru dikenal karena mereka terlalu sibuk mempromosikan dirinya. Jika setelah berinteraksi dengan orang lain Anda sering berpikir kalau telah melakukan hal yang membanggakan yang terdengar cerdas, keren, atau menarik tanpa memberi kesempatan pada orang lain untuk memberikan pendapatnya, maka Anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri.

* Apakah Anda sering mengulang-ulang apa yang telah Anda katakan, berapa kali Anda membuat orang lain tertawa, atau adakah orang yang benar-benar tertarik dengan Anda setelah Anda berbicara? Jika Anda jarang memikirkan hal ini, maka Anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri.

* Jika Anda berkonflik dengan seorang teman dan lebih memikirkan apa keinginan Anda, apakah Anda sudah bersikap mengesankan, memastikan kalau teman Anda tidak marah pada Anda, dan tidak memikirkan jalan keluarnya, maka Anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri.

* Anda adalah orang yang mementingkan diri sendiri apabila jika minta maaf pada orang lain, Anda hanya ingin memastikan kalau ia masih menyukai Anda dan bukan menyesali apa yang Anda perbuat.

4. Perhatikan apakah saat anda bersama orang lain, anda tidak mahu tahu tentang mereka. 



Jika anda bersama orang lain tetapi benar-benar tidak memikirkan pendapat, tujuan, atau kekhuatiran mereka, maka itu kerana anda hanya ingin mencari pendengar atau pengikut dan bukan ingin berhubungan serius dengan orang lain. Jika anda jarang menanyakan hobi, percintaan, pekerjaan, perjalanan, masa kecil, atau pertanyaan-pertanyaan lain yang boleh ditanyakan pada “teman sejati”, maka ini mungkin karena anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri.

Tentu saja, sebagian orang merasa malu menanyakan diri mereka pada orang lain dan itu bukan tanda kalau anda adalah orang yang mementingkan diri sendiri. Namun, jika anda tidak memikirkan apa yang ada di fikiran orang lain saat anda bersama mereka, maka anda adalah orang yang mementingkan diri sendiri.

Pikirkan seseorang yang sudah bersama Anda beberapa bulan terakhir. Bagaimana anda tahu 10 hal penting tentang dirinya? Bagaimana kalau 20? Jika anda sukar untuk menyebutkan hal-hal tersebut dan lebih ingat dengan kalau “Dia Suka Baju Aku” atau “Dia senang tumpangkan aku pergi kerja atau sekolah,” maka anda mungkin mengalami masalah.

5. Perhatikan, apakah anda tidak terbuka dengan kritik atau masukan yang membangun

Orang yang mementingkan diri sendiri cenderung berpikir kalau mereka adalah orang yang hebat. Segala masukan yang diberikan orang lain sangat tidak relevan dan berguna. Tentu saja, tidak membiarkan orang lain memberi masukan negatif atau merendahkan anda adalah hal yang baik. Namun, lain halnya jika anda tidak mahu mendengarkan teman kerja, teman sekolah, sahabat, atau anggota keluarga yang dengan tulus mencoba membantu Anda untuk memperbaiki diri. Jika suatu saat ada orang yang memberikan kritik membangun, seperti ketika ibu anda berharap anda agar tidak terlambat menghadiri acara keluarga, Anda biasanya cenderung berpikir, “Ibu cuba bersikap kejam padaku. Pendapatnya sama sekali tidak berguna,” maka anda termasuk orang yang mementingkan diri sendiri.

Hal ini bisa menjadi masalah yang khusus di tempat kerja. Jika atasan atau rekan kerja Anda mengatakan hal yang sama, misalnya Anda perlu meneliti kembali pekerjaan Anda atau mewujudkan ide Anda, dan Anda selalu mengabaikan masukan mereka, maka ini berarti Anda terlalu beranggapan kalau Anda selalu tahu apa yang paling baik untuk Anda. Anda tidak bisa membayangkan orang lain bisa membantu Anda menjadi orang yang lebih baik.

Jika salah satu teman anda berkata, ”Aku harap kamu mahu lebih mendengarkan aku,” dan respon pertama adalah bersikap defensif atau marah, maka anda terlalu mementingkan diri sendiri untuk benar-benar memahami kalau teman Anda sedang mencoba memberitahukan sesuatu pada anda.

Jika orang-orang terlalu berhati-hati pada anda karena mereka takut menyakiti perasaan anda dengan sedikit kejujuran, maka itu mungkin kerana anda terlalu mementingkan diri sendiri untuk benar-benar mendengarkan.

6. Perhatikan apakah anda sering berpikir untuk menyalahkan orang lain ketika ada masalah. 

Jika ada masalah, misalnya Aada lupa membayar sewa rumah atau projek di tempat kerja yang tidak selesai tepat waktu, maka reaksi pertama anda seharusnya tidak boleh berpikir kalau anda sudah menyelesaikan segalanya dengan baik dan penyebab timbulnya masalah adalah orang lain. Jika reaksi anda ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana adalah menyalahkan orang lain, maka mungkin hal itu terjadi karena anda mementingkan diri sendiri.

Orang-orang yang mementingkan diri sendiri menganggap dirinya adalah pusat dari segala perhatian. 

Dapatkah orang yang menjadi pusat perhatian membuat kesalahan?

You May Also Like

0 comments